Manfaat Ikan Nila Untuk Kesehatan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2986064/original/009899400_1575437664-2019-12-03__1_.jpg)
Sering dijumpai di berbagai rumah makan dan mudah diolah sendiri,
membuat ikan nila sering dijadikan makanan favorit banyak orang. Selain
lezat, rupanya ada manfaat ikan nila yang bisa Anda dapatkan saat
mengonsumsi ikan air tawar ini.
Ada banyak jenis ikan nila,
termasuk ikan nila hitam dan ikan nila merah. Apapun jenisnya, ikan yang
satu ini tetaplah merupakan sumber protein serta asam folat yang baik untuk tubuh. Sudah siap menikmati manfaat ikan nila?
Menilik kandungan gizi ikan nila
Ada
berbagai manfaat ikan nila. Manfaat-manfaat tersebut, tentunya
bersumber dari nutrisi yang dikandungnya. Dalam 100 gram ikan nila,
terkandung sekitar 26 gram protein dan hanya 128 kalori. Selain
itu, ikan ini juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik untuk
tubuh. Sebab, ikan nila rupanya juga kaya akan niacin, vitamin B12,
fosfor, selenium, dan kalium. Berikut ini kadar lengkap vitamin dan
mineral yang terkandung dalam sekitar 100 gram ikan nila.
- Kalori: 128
- Karbohidrat: 0 gram
- Protein: 26 gram
- Lemak : 3 gram
- Vitamin B3: 24% dari rekomendasi konsumsi harian
- Vitamin B12: 31% dari rekomendasi konsumsi harian
- Fosfor : 20% dari rekomendasi konsumsi harian
- Selenium: 78% dari rekomendasi konsumsi harian
- Kalium: 20% dari rekomendasi konsumsi harian
Manfaat ikan nila untuk kesehatan tubuh
Dari
berbagai mineral, vitamin, serta nutrisi yang dikandung di atas,
manfaat ikan nila seperti di bawah ini, bisa Anda dapatkan:
1. Mengandung asam lemak yang baik bagi tubuh
Kandungan
asam lemak yang ada pada ikan nila memang tidak sebanyak ikan laut,
seperti salmon. Namun, jumlah asam lemak omega 3 pada ikan nila tetap
lebih tinggi dibandingkan dengan hewan lain seperti ayam dan daging sapi. Ikan nila juga mengandung asam lemak omega 6, yang tidak dapat diproduksi secara alami di tubuh.
Asam
lemak, akan membantu tubuh untuk menjaga kadar kolesterol. Selain itu,
komponen ini juga akan membuat otot lebih peka untuk merespons hormon
insulin. Hal ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap para
penderita diabetes.
2. Sumber protein yang sehat
Kandungan
protein yang cukup tinggi pada ikan nila, dapat membuat Anda merasa
kenyang lebih lama. Selain itu, protein juga berperan dalam berbagai
fungsi penting di tubuh. Beberapa di antaranya adalah membantu
penyembuhan jaringan yang rusak, berperan dalam pencernaan, serta
menyeimbangkan kadar hormon di tubuh.
3. Baik untuk tulang
Ikan
nila juga mengandung kalsium yang baik untuk tulang. Selain untuk
kesehatan tulang, kalsium juga penting untuk proses pembekuan darah dan
kesehatan otot, termasuk otot jantung.
4. Baik untuk Anda yang sedang diet
Tinggi kandungan protein, tapi rendah lemak dan kalori. Rumus makanan sehat untuk menurunkan berat badan tersebut, sudah dipenuhi oleh ikan air tawar yang satu ini. Hal ini membuatnya baik untuk orang yang sedang diet.
5. Mencegah penuaan dini
Manfaat ikan nila yang satu ini didapatkan dari kandungan selenium yang ada di dalamnya. Selenium adalah salah satu jenis antioksidan, yang dipercaya dapat menstimulasi vitamin E dan C, dua vitamin yang baik untuk kesehatan kulit.
Sebagai
antioksidan, selenium dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat
paparan radikal bebas berlebih. Sehingga, tanda-tanda penuaan seperti
kulit keriput, kendur, dan bercak-bercak hitam di wajah juga dapat
dihindari.
6. Menyehatkan otak
Asam
lemak yang ada di ikan nila, juga dinilai dapat meningkatkan fungsi
otak serat saraf. Selain itu, kalium yang dikandungnya pun dapat
meningkatkan proses oksigenasi ke otak, yang penting untuk menjaga
fungsi otak.
7. Bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh
Tingginya
kandungan protein hewani dalam ikan nila, membuatnya bermanfaat untuk
pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi di tubuh. Sebab, protein
merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan organ,
membran, sel, dan otot.
8. Membantu cegah kanker
Selenium
kembali menambah manfaat ikan nila untuk kesehatan. Sebagai
antioksidan, komponen ini dapat membantu mencegah kerusakan sel yang
bisa memicu kanker. Meski begitu, masih dibutuhkan lebih banyak
penelitian untuk memastikan manfaat yang satu ini.
Komentar
Posting Komentar