Asal Usul Berlian
Berlian yang dikenal sebagai sahabat para kaum wanita dan mampu
mengesankan penampilan memang termasuk barang berharga. Satu hal
berharga lain yang mungkin tak banyak diketahui adalah asal-usulnya.
Dari mana sebetulnya berlian itu?
Jawabannya adalah dari luar angkasa.
Pada tahun 2008 silam, sebuah asteroid berbobot 80 ton dan diameter 4,1 meter menghantam Bumi dan menghancurkan padang pasir Nubian di Sudan.
Dari serangan kala itu, asteroid bernama 2008 TC3 ini menghasilkan 600 pecahan meteorit yang tiap bebatuannya memiliki berat 10,5 kilogram. Kumpulan meteorit tersebut dinamakan Almahata Sitta.
Jawabannya adalah dari luar angkasa.
Pada tahun 2008 silam, sebuah asteroid berbobot 80 ton dan diameter 4,1 meter menghantam Bumi dan menghancurkan padang pasir Nubian di Sudan.
Dari serangan kala itu, asteroid bernama 2008 TC3 ini menghasilkan 600 pecahan meteorit yang tiap bebatuannya memiliki berat 10,5 kilogram. Kumpulan meteorit tersebut dinamakan Almahata Sitta.
Apabila penelitian tim Miyahara tepat, maka berlian itu berasal dari
planet yang terbentuk pada saat sistem tata surya kita ini lahir, lalu
hingga planet itu hancur.
Pemikiran mendasarnya adalah berlian di meteorit terbentuk saat asteroid mengalami tabrakan, sehingga pengaruh benturan menghancurkan karbon menjadi berlian kecil-kecil.
Untuk bisa menjelaskan lebih jauh mengapa berlian yang ditemukan ukurannya besar, para peneliti beranggapan berlian terbentuk di dalam "planetesimal", yakni gumpalan batu yang ukurannya lebih besar dari asteroid biasa.
Pemikiran mendasarnya adalah berlian di meteorit terbentuk saat asteroid mengalami tabrakan, sehingga pengaruh benturan menghancurkan karbon menjadi berlian kecil-kecil.
Untuk bisa menjelaskan lebih jauh mengapa berlian yang ditemukan ukurannya besar, para peneliti beranggapan berlian terbentuk di dalam "planetesimal", yakni gumpalan batu yang ukurannya lebih besar dari asteroid biasa.
Planetesimal ini dipercaya sudah lahir sebelum sistem tata surya dan planet-planetnya tertata rapi seperti sekarang.
Yang jelas, sistem tata surya muda dulunya penuh dengan guncangan dan banyak pecahan batu meteorit lengkap dengan elemen es yang berputar melayang di sekitarnya sehingga memang sering terjadi tabrakan satu sama lain.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Geochimica et Cosmochimica Acta.
Yang jelas, sistem tata surya muda dulunya penuh dengan guncangan dan banyak pecahan batu meteorit lengkap dengan elemen es yang berputar melayang di sekitarnya sehingga memang sering terjadi tabrakan satu sama lain.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Geochimica et Cosmochimica Acta.
Komentar
Posting Komentar